Pernikahan adat di Kayuagung
memiliki ciri khas atau yang membedakan dari daerah lain. Salah satunya
pakaian. Pakaian yang digunakan pada saat pernikahan sudah menjadi adat dan
harus ada pada saat pernikahan. Pakaian yang digunakan saat pernikahan antara
lain sebagai berikut:
1.
Pakaian
Pengantin Inti
Pakaian inti adalah pakaian yang
paling utama dan paling pokok dalam adat Kayuagung. Pakaian inti perempuan
dibuat sangat meriah dan mewah dilihat dari penampilan, aksesoris yang
berkilauan, dan make up yang digunakan pun harus berbeda dengan tamu bahkan
pendampingnya (pukal). Sedangkan,yang membedakan pakaian inti laki-laki adalah
kepudang (hiasan penutup kepala).
2.
Pakaian
Mulah
Mulah
artinya berganti pakaian. Dalam adat Kayuagung , awalnya mulah dilakukan
sebanyak tujuh kali. Itu berarti dalam satu hari pengantin laki-laki dan
pengantin perempuan harus berganti baju sebanyak 7 kali, termasuk aksesoris
kepala. Berikut macam-macam pakaian mulah:
a.
Mulah
Pertama
Mulah pertama adalah pakaian yang pertama kali
dipakai oleh pengantin pada saat mulah. Pakaian ini hampir sama dengan pakaian
inti untuk perempuan. Namun, hiasan pada kepala sedikit dikurangai sehingga
tampak lebih sederhana dibandingkan hiasan pada pakaian inti. Sedangkan untuk
pengantin laki-laki masih tetap menggunakan kepudang namun tidak menggunakan
dasi seperti pakaian pengantin inti laki-laki.
b.
Mulah
Ke-2 sampai Ke-6
c.
Mulah
ke-7
Mulah
ke-7 adalah pergantian baju terakhir. Pada mulah ke-7 hiasan kepala menggunakan
selendang tipis yang menutupi kepala.
3.
Pakaian Pukal
Pukal
artinya pendamping pengantin laki-laki dan perempuan. Pengantin laki-laki
memiliki 2 pendamping laki-laki. Sedangkan, pengantin perempuan memiliki 2
pendamping perempuan. Pakaian pendamping pengantin harus sama (kembar) dan
itulah yang menjadi ciri khas dari pakian pendamping.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar